RIJALUL ANSOR BAWANG

BLOGE WONG ANSOR BAWANG

PENYEMATAN TANDA PESERTA PKD dan DIKLATSAR

PKD ANSOR dan DIKLATSAR BANSER Kec.Bawang 2014.

APEL BANSER DALAM RANGKA DIKLATSAR BANSER BAWANG

PKD ANSOR dan DIKLATSAR BANSER Kec.Bawang 2014 DI LAP. SURJO BAWANG.

PUNGGAWANE RIJALUL ANSOR BAWANG

Pembacaan Rotibu al-Athos oleh Ketua MWC NU Bawang Bapak Masykur, S.Ag.

PENGURUS PAC ANSOR BAWANG

Pelantikan Kepengurusan PAC Ansor Bawang Nopember 2013.

ATRAKSI BANSER SATKORYON BAWANG

Dalam rangka Harlah NU ke 90 di SMK Ma'arif NU Bawang Nopember 2013.

SECHER MANIA LAGI MAKAN PINCUKAN

RIJALUL ANSOR KAB. BATANG DI MASJID JAMI' ALMUTTAQIN BAWANG.

RIJALUL ANSOR DI DONOWODO

Selapanan Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC Bawang, bertepatan di Dukuh Donowodo Candigugur Bawang.

Minggu, 17 November 2013

PROPOSAL PTK SEDERHANA




PROPOSAL

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)

PENDEKATAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS AKTIVITAS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR AQIDAH AKHLAK POKOK BAHASAN SISFAT-SIFAT ALLAH  KELAS VII SEMESTER I MTs HASYIM ASY’ARI BAWANG KAB. BATANG

Diajukan guna melengkapi tugas Mata Kuliah Metodologi Riset Tindakan

Dosen Pengampu :
Dr. Ayoeb Amin, LIS, M.Ag.

Description: logo-unissula.png

Oleh :
MASROKHAN

UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
 (UNISSULA) SEMARANG
TAHUN 2012
BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Masalah
Fakta dilapangan menunjukkan bahwa banyak siswa kelas VII M.Ts Hasyim Asy’ari Bawang bersikap pasip ketika berlangsung pembelajaran di kelas. Selama pembelajaran berlangsung siswa menjadi pendengar yang baik. Ketika guru mejelaskan materi pelajaran kebanyakan mereka diam. Demikianpun ketika guru memberikan pertanyaan, sebagian besar siswa diam tanpa komentar. Apalagi ketika guru meminta agar siswa bertanya, merekapun diam. Fakta ini dilatar belakangi karena siswa kurang diberikan strategi pembelajaran yang memadai. Oleh sebab itu dalam proses pembelajaran di sekolah dibutuhkan kreativitas dan keaktifan seorang pengajar dalam membuat strategi belajar mengajar semenarik mungkin sehingga menimbulkan motivasi belajar siswa khususnya materi Aqidah Akhlak.
Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa proses belajar yang menarik dan aktif adalah keinginan setiap praktisi pendidikan. Seorang guru dalam sebuah proses belajar mengajar dituntut untuk menggunakan berbagai metode yang menarik untuk menciptakan proses belajar yang kondusif. Salah satu metode yang menarik dalam proses belajar mengajar adalah metode pendekatan aktivitas, dimana dalam prosesnya lebih mengedepankan atau berpusat pada keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar (Student Center). Dengan pembelajaran yang lebih menekankan pada keaktifan siswa (Student Activity) diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar yang pada akhirnya juga diikuti dengan hasil atau prestasi belajar sesuai dengan tujuan pendidikan.
Fenomena di atas menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menekankan pada aktivitas siswa perlu dilaksanakan secara terus menerus. Hal ini dapat dilakukan apabila pola interaksi antara guru dan siswa terjalin dengan baik. Namun hal lain yang juga sangat penting dalam melaksanakan kegiatan tersebut demi meningkatkan motivasi belajar dan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar adalah kemampuan guru dalam merencanakan suatu proses kegitan belajar mengajar sehingga tercapai tujuan pembelajaran.
Berdasarkan uraian diatas, peneliti termotivasi untuk melakukan sebuah penelitian tindakan kelas dengan berfokus pada peningkatan motivasi belajar siswa dalam Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Kelas VII melalui kegiatan pembelajaran berbasis aktivitas.
B.   Identifikasi Masalah
         Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas peneliti mengidentifikasi masalah sebagai berikut :
1.         Banyaknya siswa kelas VII MTs Hasyim Asy’ari Bawang yang kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran Aqidah Akhlak.
2.         Siswa cenderung pasif dan hanya sebagai pendengar setia tanpa ada komentar atau respon yang positif dari siswa, sehingga pembelajaran terkesan membosankan dan menjenuhkan terutama bagi siswa dan juga pendidik.
C.   Rumusan Masalah
Berdasarkan pada identifikasi masalah tersebut diatas, maka dalam penelitian ini peneliti dapat merumuskan beberapa fokus penelitian sebagai berikut :
1.      Apakah pendekatan berbasis aktivitas dapat menumbuhkan motivasi belajar Aqidah Akhlak pokok bahasan Sifat-sifat Allah pada siswa MTs Hasyim Asy’ari Bawang kelas VII pada semester I Tahun Pelajaran 2012/2013?
2.      Bagaimana dampak kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan berbasis aktivitas pada mata pelajaran Aqidah Akhlak pokok bahasan Sifat-sifat Allah pada siswa MTs Hasyim Asy’ari Bawang kelas VII pada semester I Tahun Pelajaran 2012/2013?
D.  Tujuan Penelitian
Berdasarkan pada rumusan masalah tersebut, maka penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan :
1.      Tingkat Pendekatan berbasis aktivitas dalam menumbuhkan motivasi belajar Aqidah Akhlak pokak bahasan Sifat-sifat Allah pada siswa MTs Hasyim Asy’ari Bawang kelas VII pada semester I Tahun Pelajaran 2012/2013.
2.      Tingkat dampak kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan berbasis aktivitas dalam pembelajaran bidang Aqidah Akhlak pokok bahasan Sifat-sifat Allah pada siswa MTs Hasyim Asy’ari Bawang kelas VII pada semester I tahun pelajaran 2012/2013.
E.  Manfaat Penelitian
Dari penelitian ini nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi khazanah keilmuan :
1)      Secara teoritis, penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat menghasilkan temuan-temuan mengenai strategi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan berbasis aktivitas pada mata pelajaran Aqidah Akhlak khususnya pada pokok bahasan Sifat-sifat Allah pada siswa MTs Hasyim Asy’ari Bawang Kelas VII semester I Tahun Pelajaran 2012/2013.
2)      Secara praktis, penelitian tindakan kelas ini bisa bermanfaat bagi :
a.  Guru Madrasah Tsanawiyah
Menambah wawasan dan pengetahuan dalam meningkatkan kualitas pendidikan bidang Aqidah Akhlak pada siswa Kelas V1I semester I Madrasah Tsanawiyah Hasyim Asy’ari Bawang melalui implementasi strategi pembelajaran dengan menggunakan pendekatan berbasis aktivitas, dan pada MTs umumnya.
b. Siswa Madrasah Tsanawiyah
Untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dengan menggunakan pendekatan berbasis aktivitas khususnya materi Aqidah Akhlak
c. Lembaga Madrasah Tsanawiyah
Sebagai satu masukan atau solusi untuk mengetahui hambatan dan kelemahan penyelenggaraan pembelajaran serta sebagai upaya untuk memperbaiki dan mengatasi masalah-masalah pembelajaran yang dihadapi di kelas, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan harapan akan diperoleh hasil prestasi yang optimal demi kemajuan lembaga sekolah.
d. Mapenda Kementerian Agama Kab. Batang
Sebagai masukan dalam pelaksanaan proses pembelajaran agar mengikuti, memperhatikan, dan menerapkan hasil yang diperoleh dari penelitian ini, sehingga kelemahan pelaksaan dalam proses belajar mengajar di lapangan pendidikan dapat diperbaiki sesuai dengan rekomendasi dari hasil-hasil penelitian tindakan kelas.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.  Motivasi Belajar Aqidah akhlak
1.      Pengertian Motivasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, motivasi adalah kecenderungan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar melakukan tindakan dengan tujuan tertentu; usaha-usaha yang menyebabkan seseorang atau kelompok orang tergerak melakukan sesuatu karena ingin mencapai tujuan yang dikehendaki.[1]
                        Menurut M. Utsman Najati, yang dikutip oleh Abdul Rahman dan Muhbib Abdul Wahab dalam bukunya Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam, motivasi adalah kekuatan penggerak yang membangkitkan aktivitas pada makhluk hidup, dan menimbulkan tingkah laku serta mengarahkannya menuju tujuan tertentu. Motivasi memiliki tiga komponen, yaitu:
a.       Menggerakkan. Dalam hal ini motivasi menimbulkan kekuatan pada individu, membawa seseorang untuk bertindak dengan cara tertentu. Misalnya kekuatan dalam hal ingatan, respon-respon efektif, dan kecenderungan mendapat kesenangan.
b.      Mengarahkan. Berarti motivasi mengarahkan tingkah laku. Dengan demikian ia menyediakan suatu orientasi tujuan. Tingkah laku individu diarahkan terhadap sesuatu.
c.       Menopang. Artinya, motivasi digunakan untuk menjaga dan menopang tingkah laku, lingkungan sekitar harus menguatkan intensitas dan arah dorongan-dorongan dan kekuatan-kekuatan individu.[2]
Menurut Hoy dan Miskel yang dikutip oleh Abdul Rahman dan Muhbib Abdul Wahab dalam bukunya Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam, motivasi adalah kekuatan-kekuatan yang kompleks, dorongan-dorongan, kebutuhan-kebutuhan, pernyataan-pernyataan, ketegangan (Tension States), atau mekanisme-mekanisme lainnya yang memulai dan menjaga kegiatan-kegiatan yang diinginkan ke arah pencapaian tujuan-tujuan personal.[3]
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, penulis menyimpulkan bahwa motivasi belajar Aqidah Akhlak adalah suatu keinginan yang timbul pada diri seseorang secara sadar atau tidak sadar dengan tujuan tertentu dengan kekuatan penggerak yang membangkitkan aktifitas pada makhluk hidup, dan menimbulkan tingkah laku serta menggerakkannya menuju tujuan tertentu, ya’ni dalam hal ini mengenai semua aspek dalam bidang Aqidah Akhlak. Motivasi tersebut timbul dan tumbuh dari dalam diri individu (Instrinsik) dan dari luar diri individu (Ekstrinsik).
2.      Jenis - Jenis Motivasi
       Salah satu fungsi pengajaran adalah memberikan motivasi kepada siswa agar mereka bisa melaksanakan tugas-tugasnya dengan sebaik mungkin secara efektif dan produktif. Adapun mengenai motivasi terbagai menjadi dua macam, yaitu : motivasi instrinsik dan motivasi ekstrinsik.
a. Motivasi Instrinsik (Instrinsic Motivation)
Motivasi Instrinsik ialah motivasi yang berasal dari diri sesorang itu sendiri tanpa dirangsang dari luar. Misalnya : orang yang gemar membaca, tidak usah ada yang mendorong, ia akan mencari sendiri buku-bukunya untuk dibaca. Motif intrinsik juga diartikan sebagai motivasi yang pendorongnya ada kaitan langsung dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam tujuan pekerjaan sendiri. Misalnya, seorang mahasiswa tekun mempelajari mata kuliah psikologi karena ia ingin sekali menguasai mata kuliah itu.
b. Motivasi Ekstrinsik (Ekstrinsic Motivation)
Motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang datang karena adanya rangsangan dari luar seperti : seorang mahasiswa rajin belajar karena akan ujian. Motivasi ekstrinsik ini juga dapat diartikan sebagai motivasi yang pendorongnya tidak ada hubungannya dengan nilai yang terkandung dalam tujuan pekerjaannya. Seperti mahasiswa mengerjakan tugas karena takut sama dosennya.[4]
Bila seseorang telah memiliki motivasi instrinsik dalam dirinya, maka ia secara sadar akan melakukan suatu kegiatan yang tidak memerlukan motivsi dari luar dirinya. Dalam aktivitas belajar, motivasi instrinsik sangat dibutuhkan. Seseorang yang tidak memiliki motivasi instrinsik sulit sekali melakukan aktivits belajar secara terus menerus. Perlu ditegaskan, bahwa anak didik yang memiliki motivasi instrinsik cenderung akan menjadi orang yang terdidik, berpengetahuan, memiliki keahlian tertentu dan gemar belajar.
3. Prinsip- Prinsip Motivasi
Beberapa prinsip motivasi yang dapat dijadikan pedoman dalam proses belajar mengajar, antara lain :
a. Prinsip Kompetisi
Prinsip kompetisi adalah persaingan secara sehat, baik inter maupun antar pribadi. Kompetisi inter pribadi (Self Competition) adalah kompetisi dalam diri pribadi masing-masing dari tindakan atau unjuk kerja dalam dimensi tempat dan waktu. Sedangkan kompetisi antar pribadi adalah persaingan antara individu yang satu dengan yang lain. Dengan adanya persaingan yang sehat, dapat ditimbulkan motivasi untuk bertindak secara lebih baik.
b. Prinsip Pemacu
Dorongan untuk melakukan berbagai tindakan akan terjadi apabila ada pemacu tertentu. Pemacu ini dapat berupa informasi, nasehat, amanat, percontohan, dan lain-lain. Dalam hal ini motif teratur untuk mendorong
agar selalu melakukan berbagai tindakan dan unjuk kerja melalui konsultasi pribadi, nasehat atau amanat dalam upacara, ceramah keagamaan, bimbingan, pembinaan, dan lain sebagainya.
c. Prinsip ganjaran dan hukuman
Ganjaran yang diterima seseorang dapat meningkatkan motivasi untuk melakukan sesuatu yang menimbulkan ganjaran itu. Setiap unjuk kerja yang baik apabila diberikan sebuah reward yang memadai cenderung akan menimbulkan motivasi. Misalnya pemberian hadiah kepada siswa yang berprestasi. Selain prinsip ganjaran, prinsip hukuman juga dapat menimbulkan motivasi siswa untuk tidak lagi melakukan tindakan yang menyebabkan hukuman itu.
d. Prinsip Kejelasan Dan Kedekatan Tujuan
Makin jelas dan makin dekat suatu tujuan, maka makin mendorong seseorang untuk melakukan tindakan. Sehubungan dengan prinsip ini, maka seyogyanya setiap siswa memahami tujuan belajarnya secara jelas.
Hal itu dapat dilakukan dengan memberikan penjelasan suatu tujuan dari tindakan yang diharapkan.
e. Pemahaman Hasil
Dalam uraian diatas, telah dikemukakan bahwa hasil yang dicapai seseorang merupakan balikan dari apa yang telah dilakukannya, dan itu semua dapat memberikan motivasi untuk melakukan tindakan selanjutnya. Perasaan sukses yang ada pada diri seseorang akan mendorongnya untuk selalu memelihara dan meningkatkan kerja agar terus menjadi lebih baik
lagi. Pengetahuan tentang balikan, memiliki kaitan erat dengan kepuasan yang dicapai. Sehubungan dengan hal tersebut, para pengajar seyogyanya selalu memberikan balikan kepada setiap unjuk kerja yang telah dihasilkan oleh setiap siswa. Misalnya mengembalikan tugas-tugas yang telah dibuat siswa dengan nilai dan komentarnya. Umpan balik (Feedback) seperti ini akan sangat bermanfaat untuk mengukur derajat hasil belajar yang telah dihasilkan untuk keperluan perbaikan dan peningkatan selanjutnya.
f. Pengernbangan Minat
Minat dapat diartikan sebagai rasa senang atau tidak senang dalam menghadapi suatu objek. Prinsip dasarnya adalah motivasi seseorang cenderung akan meningkat apabila yang bersangkutan memiliki minat yang besar dalam melakukan tindakannya. Dalam hubungan ini motivasi dapat dilakukan dengan jalan menimbulkan atau mengemhangkan minat siswa dalam melakukan kegiatan belajar. Dengan demikian siswa akan memperoleh kepuasan dan unjuk kerja yang baik. Pada akhimya dapat menumbuhkan motivasi belajar secara efektif dan produktif.
g. Lingkungan Yang Kondusif
Lingkungan kerja yang kondusif, baik lingkungan fisik, sosial, maupun psikologis, dapat menumbuhkan dan mengembangkan motif untuk bekerja dengan baik dan produktif. Untuk itu dapat diciptakan lingkungan fisik yang sebaik mungkin, misalnya kebersihan ruangan, tata letak, fasilitas, dan sebagainya. Demikian pula lingkungan sosial­psikalagis seperti hubugan antar pribadi, kehidupan kelompok, kepimimpinan, promosi, bimbingan, kesempatan untuk maju, kekeluargaan dan sebagainya.
h. Keteladanan
Prilaku guru secara langsung atau tidak langsung mempunyai pengaruh terhadap prilaku murid yang sifatnya positif maupun negatif. Prilaku guru dapat meningkatkan motivasi belajar. Sehubungan dengan itu, maka sangat diharapkan agar diharapkan agar prilaku guru dapat menjadi sumber keteladanan bagi para siswanya. Dengan contoh-contoh yang dapat diteladani, para siswa dapat lebih meningkatkan produktivitas belajar mereka.
Sehubungan dengan hal diatas, ada beberapa prinsip belajar dan motivasi yang disampaikan oleh Hamalik (2002), agar mendapatkan perhatian dari pihak perencana pengajaran khususnya dalam merencanakan kegiatan belajar mengajar.
Prinsip tersebut dapat digunakan oleh pendidik dalam peningkatan motivasi peserta didik dalam mengikuti belajar mengajar, sehingga didapatkan prestasi belajar yang optimal, diantaranya: 1) Kebermaknaan. Suatu bidang studi akan lebih bermakna bagi siswa apabila guru herusaha menghubungkannya dengan pengalaman yang mereka miliki sebelumnya (masa lampau). Sesuatu yang menarik minat dan bernilai tinggi bagi siswa berarti bermakna baginya. Oleh sebab itu guru hendaknya berusaha menyesuaikan pelajaran dengan minat para siswanya, dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa berperan serta memilih. 2) Modelling. Siswa akan suka memperoleh tingkah laku baru bila disaksikan dan ditirunya. Pelajaran akan lebih mudah dihayati dan diterapkan oleh siswa jika guru mengupayakan mengajarkan dalam bentuk tingkah laku model, bukan hanya dengan mencerahkan atau menceritakan secara lisan. Dengan model tingkah laku itu, siswa dapat mengamati dan menirukan apa yang diinginkan oleh guru. 3) Komunikasi Terbuka. Siswa lebih suka belajar apabila penyajian terstruktur supaya pesan-pesan guru terbuka terhadap pengawasan siswa. 4) Prasyarat. Apa yang telah dipelajari oleh siswa sebelumnya mungkin merupakan faktor penting yang dapat menentukan keberhasilan siswa dalam belajar. Karena itu hendaknya guru berusaha mengetahui atau mengenali prasyarat- prasyarat yang telah mereka miiiki. 5) Novelty. Siswa akan lebih senang belajar bila perhatiannya ditarik oleh penyajian-penyajian yang baru (Novelty) atau masih asing. 6) Latihan atau Praktik yang Aktif dan Bermanfaat. Praktik secara aktif berarti siswa mengerjakan sendiri, bukan mendengarkan ceramah dan mencatat pada buku tulis. 7) Latihan Terbagi. Siswa lebih senang belajar, jika latihan di bagi menjadi sejumlah kurun waktu yang pendek. Latihan yang demikian akan meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dibandingkan dengan latihan yang dilakukan sekaligus dalam jangka waktu yang panjang. 8) Kurangi secara sistematis Paksaan belajar. Akan tetapi bagi siswa yang sudah mulai menguasai pelajaran, maka secara sistematis pemompaan itu dikurangi dan akhirnya siswa dapat belajar sendiri. 9) Kondisi yang merryenangkan. Siswa akan lebih senang melanjutkan belajarnya jika kondisi pengajarannya menyenangkan.
B. Aqidah akhlak
1. Pengertian Akidah Akhlak
Kata akidah berasal dari bahasa Arab (dalam bahasa Indonesia ditulis akidah), menurut etimologi, adalah ikatan, sangkutan. Disebut demikian karena ia mengikat dan menjadi sangkutan atau gantungan segala sesuatu. Dalam pengertian teknis artinya adalah iman atau keyakinan.[5]
Kata akhlak berasal dari kata jamak "Alkhuluku" atau "Al-khalku" yang bermakna "kejadian". Kedua kata tersebut berasal dari kata "Khalaka" yang mempunyai arti "menjadikan". Dari kata "Khalaka" inilah timbul bermacam­macam kata seperti : Al- khulku yang mempunyai makna "budi pekerti", Al­Khalik bermakna "Tuhan Pencipta Alam" (Masy'ari, 1980).
2. Jenis - Jenis Akhlak
Pada dasarnya perbuatan manusia ada yang baik dan ada buruk. Perbuatan yang baik disebut dengan akhlak yang baik dan identik dengan sifat para Nabi dan orang - orang shiddiq, sedangkan perbuatan yang buruk disebut dengan akhlak tereela atau buruk. Maka pada hakikafiya akhlak ada dua, yaitu akhlak yang baik atau terpuji (Al -Akhlaaqul Mahmuudah) dan akhlak yang buruk atau tercela (Al -Akhlaaqul Madzmuumah).
3. Pembelajaran Aqidah akhlak
Allah S WT sang pencipta dan pengatur alam semesta dengan kemahakuasaannya. Menciptakan manusia dari setetes air mani dengan kekuasaannya kita menjadi manusia yang sempurna, banyak sekali kenikmatan yang di berikan Allah SWT kepada manusia tetapi manusia kurang begitu mensyukuri apa yang telah diberikan-Nya. Manusia diberi akal untuk berfkir atas semua yang ada dimuka bumi, dilaut dan diluar angkasa, dimana semua itu ada yang mengatur dan menciptakannya tiada lain adalah Allah S WT dengan segala sifat-sifat-Nya.
Secara umum sifat-sifat Allah dapat dibagi kedalam tiga macam, yaitu:
a. Sifat Wajib Allah, merupakan sifat yang pasti dimiliki Allah Mw.
b. Sifat Mustahil Allah, merupakan sifat yang pasti tidak dimiliki Allah SWT.
c. Sifat Jaiz Allah, merupakan sifat kewenangan Allah, yaitu Allah SWT bebas untuk melakukan sesuatu ataupun tidak melakukan sesuatu.
C. Pendekatan Berbasis Aktivitas
Dalam aktivitas pembelajaran di sekolah, guru harus mengusahakan agar siswa dapat melakukan proses belajar secara efektif agar memperoleh hasil pembelajaran yang sebaik-baiknya. Dalam kemajuan metodologi proses belajar mengajar saat ini asas aktivitas (Student activity) lebih di tonjolkan melalui suatu program unit activity, sehingga kegiatan belajar siswa menjadi dasar untuk mencapai tujuan dan hasil belajar yang lebih memadai.
Dari beberapa macam aktivitas menunjukkan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar, aktivitas siswa sangat diperlukan dalam memenuhi tujuan pengajaran. Sehingga dalam suatu kegiatan pengajaran, aktivitas siswa harus disesuaikan dengan materi pengajaran yang akan disampaikan oleh guru kepada siswa.
Menurut Hamalik (2001)
Ada beberapa jenis aktivitas yang disampaikan oleh para ahli, antara lain : (1) Kegiatan-kegiatan visual. (2) Kegiatan-kegiatan lisan. (3) Mendengarkan. (4) Menulis. (5) Menggambar. (6) Metrik. ('7) Mental. (8) Emosional. (9) Berpikir. (10) Mengingat Adapun penjelasannya sebagai berikut :
1. Kegiatan Visual. Yang termasuk kegiatan ini adalah membaea, meiihat gambar-gambar, mengamati eksperimen, demonstrasi, pameran, dan mengamati orang lain bekerja atau bermain.
2. Kegiatan-kegiatan Lisan. Kegiatan mengemukakan suatu fakta atau prinsip, menghubungkan suatu kejadian, mengajukan pertanyaan, memberi saran, mengemukakan pendapat, wawancara, diskusi, dan instrupsi adalah implementasi dari kegiatan lisan.
3. Kegiatan Mendengarkan. Dalam proses belajar mendengarkan adalah salah satu hal yang dilakukan, karena melalui aktivitas ini seorang siswa dapat memahami bahan pelajaran yang diajarkan.
4. Kegiatan Menulis, misalnya: menulis cerita, laporan, mengarang, membuat rangkuman, mengerjakan tes dan mengisi angket.
S. Kegiatan Menggambar, seperti membuat grafik, chart, diagram, dan lain sebagainya.
6. Kegiatan Metrik. Kegiatan dalam bidang metrik antara lain melakukan percobaan, memilih alat-alat, melaksanakan pameran, membuat model, menyelenggarakan permainan, menari dan berkebun.
7. Kegiatan mental, meliputi memecahkan masalah, mengingat, menganalisis, melihat hubungan - hubungan dan membuat keputusan.
8. Kegiatan Emosional. Kegiatan- kegiatan daiam kelompok ini terdapat dalam semua jenis kegiatan dan overlap satu sama lain. Dari kegiatan ini diharapkan bisa menimbulkan minat, berani, tcnang, dan lain- lain.
9. Berpikir. Berpikir termasuk aktivitas belajar. Dengan berpikir orang memperoleh penemuan baru, setidak-tidaknya orang menjadi tahu tentang hubungan antar sesuatu.
10. Mengingat. Mengingat yang didasari atas kebutuhan serta kesadaran untuk mencapai tujuan belajar lebih lanjut adalah termasuk aktivitas belajar, apalagi mengingat itu berhubungan dengan aktivitas-aktivitas balajar lainnya (Ahamadi dan Supriyono, 1991).
Dari beberapa macam aktivitas diatas menunjukkan bahwa dalam kegiatan belajar mengajar, aktivitas siswa sangat diperlukan dalam memenuhi tujuan pengajaran. Sehingga dalam suatu kegiatan pengajaran, aktivitas siswa harus disesuaikan dengan materi pengajaran yang akan disampaikan oleh guru kepada siswa.
D. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan pada permasalahan dalam penelitian tindakan yang berjudul "Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Aktivitas Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Aqidah Akhlak Pokok Bahasan Sifat-Sifat Allah Siswa Kelas VII Semester I MTs Hasyim Asy’ari Bawang" yang dilakukan oleh peneliti, dapat dirumuskan hipotesis tindakan sebagai berikut : Jika strategi pembelajaran yang selama ini digunakan oleh guru Madrasah Tsanawiyah dalam kegiatan belajar mengajar siswa kelas VII semester I MTs Negeri 3 Pondok Pinang, diganti dengan strategi pembelajaran berbasis aktivitas, maka dimungkinkan akan berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar dan diikuti dengan prestasi belajar aqidah akhlak pokok bahasan sifat-sifat Allah.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Setting Penelitian
Lokasi penelitian tindakan ini adalah Madrasah Tsanawiyah Hasyim Asy’ari Bawang kab. Batang, kelas VII smester I terdiri dari 20 siswa dan 16 siswi. Kondisi kelas ukuran ruangan 7mX8m, dengan fentilasi pencahayaan ruangan cukup standard. Lama penelitian kurang lebih tiga bulan dimulai dari bulan Agustus sampai Desember 2009, sedangkan subjek dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan faktor perbedaan kemampuan belajar antar siswa, dan kondisi lingkungan lokasi penelitian.
B. Prosedur Penelitian
Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII MTs Hasyim Asy’ari Bawang Kab. Batang pada tahun pelajaran 2012/2013. Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas yang ingin mengungkap seberapa tinggi Tingkat efektifitas Pendekatan berbasis aktivitas dalam menumbuhkan motivasi belajar aqidah akhlak pokak bahasan sifat-sifat Allah pada siswa kelas VII. Penelitian ini dilakukan dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari tiga tatap muka (pertemuan).
Description: clip_image002Proses Penelitian Tindakan
Refleksi awal, kelas VII smester I materi Aqidah Akhlak sangat pasip, siswa hanya mendengar dan menyimak, bagaimana guru dapat meningkatkan motivasi belajar agar siswa aktip?
1. Perencanaan
Meliputi penyampaian materi Aqidah Akhlak khususnya sifat-sifat Allah, latihan dengan mengerjakan beberapa soal, pembahasan latihan soal, keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan dan motivasi siswa.
2. Tindakan (action) kegiatan mencakup
a. Siklus I dimulai dari refleksi awal, kemudian dilanjutkan dengan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi akhir.
b. Siklus II (sama dengan siklus I)
3. Observasi (pengamatan)
Pada tahap ini peneliti akan mengadakan pengamatan hasil belajar siswa dari keaktifan siswa yaitu :
1). Keaktifan siswa dalam diskusi
2). Banyaknya siswa yang bertanya
3). Banyaknya siswa yang menjawab pertanyaan guru/siswa lain
4). Memberikan pendapat
4. Refleksi
Pada kegiatan akhir tiap siklus perlu adanya pembahasan antara siklus-siklus tersebut untuk dapat menentukan kesimpulan atau hasil penelitian.
C. Metode Pengumpulan Data
Dalam penelitian tindakan ini peneliti menggunakan beberapa prosedur pengumpulan data agar memperoleh data yang objektif. Beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, antara lain:
1. Observasi
Obsevasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian (Zuriah, 2003). Pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap objek ditempat terjadi atau berlangsungnya peristiwa.
Ada dua observasi yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian tindakan ini, diantaranya : (I) Obsevasi langsung, adalah pengamatan yang dilakukan dimana observer berada bersama dengan objek yang selidiki. Artinya peneliti ikut berpartisipasi secara langsung saat peristiwa terjadi. (2) Obsevasi tidak langsung, adalah observasi yang dilakukan dimana observer tidak berada bersama dengan objek yang selidiki. Tetapi, peneliti menggunakan daftar cek (Check List) dalam menggali atau mengumpulkan data ketika menggunakan terknik ini.
  1. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu prosedur terpenting untuk mengumpulkan data dalam penelitian kualitatif, sebab banyak informasi yang diperoleh peneliti melalui wawancara. Wawancara dilakukan peneliti untuk memperoleh data sesuai dengan kenyataan pada saat peneliti melakukan wawancara. Wawancara dalam penelitian ini ditujukan kepada siswa kelas VII dan guru - guru kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Pondok Pinang.
  1. Dokumentasi
Zuriah (2003), menjelaskan bahwa dokumentasi merupakan salah satu cara untuk mengumpulkan data melalui peninggalan tertulis, terutama berupa
arsip-arsip dan termasuk juga buku-buku tentang pendapat, teori, dalil, atau hukum -hukum lain yang berhubungan dengan masalah penelitian.
D. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah:
a. Sebanyak > 75% siswa dapat memahami materi sifat-sifat Allah
b. Ketuntasan belajar tercapai jika 85% siswa mendapat nilai > 65
c. Untuk kriteria keaktifan siswa mendapat nilai baik, dilihat dari hasil penilaian instrument.
DAFTAR PUSTAKA
Bogdan, R., & Biklen, S. 1982. qualitative research in education, Allyn & Bacon, Boston
Dakir, 1993. Dasar-Dasar Psikologi, Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Djalali, M. As'ad. 2001. Psikologi _Motivasi Minat Jabatan, Intelegensi, Bakat dan Motivasi Kerja, Wineka Media, Malang
Djamarah, S. B. 2002. Psik.ologi Belajar, PT. Rineka Cipta, Jakarta
Guba, E.G., & Lincoln, Y.S. 1981. Effective Evaluation, Jossey-Bass Publishers, Sanfransisco
Zuriah, N. 2003. Penelitian Tindakan Bidang Pendidikan Dan Sosial, edisi pertama, 13ayu Media Publishing, Malang
Hamalik, O. 2002. Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem, PT. Bumi Aksara, Jakarta
Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar, Penerbit Sinar Baru Algensindo, Bandung
Kosasih, Andreas. 2004. Peranan Motivasi terhadap Hasil Belajarnya Siswa, Tabularasa, Vol. 2, No. 3
Miles, M.B., & Huherman, A.M. 1984. .Analisis Data Kualitatif. Terjemahan oleh Tjejep Rohendi Rohidi, Universitas Indonesia, Jakarta
Moeleng, L.J. 1995. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung
Moeleng, L.J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya, Bandung
Nasution, S. 1998. Metode Penelitian .Naturalistic Kualitatif, Penerbit Tarsito, Bandung
Nurhadi, 2002. Pendekatan Kontekstual, Universitas Negeri Malang, Malang




[1]. Umi Culsum,S.Pd, Windy Nofia,S.Pd, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Surabaya, Kashiko, 2006, Hal.469.
[2]. Abdul Rahman dan Muhbib Abdul Wahab, Psikologi Suatu Pengantar Dalam Perspektif Islam, Jakarta, Prenada Media, Hal. 132
[3]. Ibid, Hal. 133
[4]. Ibid, Hal. 140
[5]. Mohammad Daud Ali,H.SH.Prof, Pendidikan Agama Islam, Jakarta, PT.Raja Grafindo Persada, 2011, Hlm. 199            

Jumat, 15 November 2013

PELANTIKAN BERSAMA MWC NU, MUSLIMAT NU, DAN PAC GP ANSOR






Bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 Nopember 2013, MWC NU, Muslimat NU, dan PAC GP Ansor NU Kec. Bawang Kab. Batang mengadakan pelantikan bersama yang diselenggarakan di halaman SMK Ma’arif NU Bawang.
Acara tersebut dikemas dengan Sunatan Masal yang disponsori oleh Muslimat NU dan JTC Group, Pawai Ta’aruf Pelajar NU se-Kec. Bawang, Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor dan Atraksi Banser se-Kec. Bawang. Dalam kesempatan tersebut hadir pula Pengurus Cabang NU, Pengurus Cabang Muslimat NU, dan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Batang untuk mengambil sumpah pada masing-masing pengurus yang dilantik. Dalam sambutan PC NU Kab. Batang menyoroti tentang keprihatinan akhir-akhir ini yang semakin banyak gerakan-gerakan yang menyimpang dari ajaran Ahlussunah wal Jama’ah, maka dari itu tugas Lembaga Dakwah adalah untuk lebih pro aktif dalam memberikan pencerahan kepada masyarakat tentang faham ke-Aswajaan yang sesungguhnya, dan juga menyoroti tentang aset masjid, mushola (langgar) NU yang sampai sekarang PC NU belum bisa memberikan keterangan yang pasti tentang berapa banyak masjid dan mushola NU dikarenakan masih banyak masjid dan mushola NU yang belum tercatat di pemerintah berkaitan dengan sertifikat, untuk itu PC NU menghimbau kepada para ta’mir masjid atau mushola NU untuk segera mendata dan menyerahkan ke PC NU untuk didata, sehingga jumlah masjid dan mushola NU se-Kab. Batang itu ada berapa.
Sementara itu dalam sambutan singkatnya Pengurus Muslimat NU Cabang Batang mengajak kepada pengurus baru untuk bersama-sama menjalankan roda organisasi sesuai dengan AD/ART Muslimat NU dan bekerja secara ikhlas karena pengurus Muslimat NU tidak ada yang membayar dan yang membayar nantinya Allah SWT.
Untuk pelantikan yang terakhir adalah dari Gerakan Pemuda Ansor, sementara dalam sambutan Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Pimpinan Cabang Batang, mengucapak terimakasih kepada pengurus yang kemarin ya’ni di bawah kepemimpinan Saudara Ahmad Munir, S.Ag., S.Pd, yang cukup berhasil menggerakkan Gerakan Pemuda Ansor di Kec. Bawang yang terbukti dengan munculnya Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor di Kec. Bawang kegiatan Ansor di Bawang sangat luar biasa, terutama Banser-banser pemula berduyun-berduyun/berbondong-berbondong mendaftarkan diri untuk menjadi anggota Banser, itu menunjukkan keberhasilannya. Untuk itu Pimpinan Cabang GP Ansor Cabang Batang mengajak kepada pengurus baru, yang baru saja dilantik untuk lebih semangat dalam bekerja di Ansor demi lebih majunya Ansor di Kec. Bawang.
Melihat akhir-akhir ini banyak remaja-remaja yang kurang peduli dengan kegiatan keagamaan, maka itu termasuk menjadi tugas pengurus Ansor untuk mengajak atau mengenalkan apa itu Ansor dan apa itu NU, sehingga ke depan bangsa ini tidak akan kehilangan jati dirinya sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang harus kita jaga keutuhannya sampai yaumul qiyamat.
Menutup rangkaian acara pelantikan bersama pengurs MWC NU, Muslimat NU, dan GP Ansor PAC Bawang ya’ni gema Sholawat Rijalul Ansor yang menjadikan SMK Ma’arif NU Bawang bergetar dengan lantunan alunan sholawat dan syi’ir Ijo-ijo lambang NU dan dipungkasi dengan syi’ir Padang Bulan sebagai syi’ir kebanggaan Rijalul Ansor dan secher mania.

Sabtu, 09 November 2013

MAJELIS DZIKIR DAN SHOLAWAT RIJALUL ANSOR DONOWDOD




Dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriyah 1435 dan Santunan Anak Yatim sekaligus peringatan Hari Pahlawan, dan Pendidikan Latihan (Diklat) SAR Banser Dukuh Donowodo Desa Candigugur Kec. Bawang mengadakan pengajian umum yang dikemas dengan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC Bawang.
Pada kesempatan itu pembacaan Maulid Simtu Duror dipimpin langsung oleh Habib Ali Zainal Abidin beserta rombongan dari Pekalongan. Alhamdulillah berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, Panitia pengajian mengundang Habib Ali Zainal Abidin beserta rombongan dan ternyata bisa hadir di tengah-tengah penggila Sholawat Rijalul Ansor dan masyarakat Donowodo khususnya. Sehingga meskipun gerimis rintik-rintik, semangat secher mania tetap menyala sehingga kegiatan tersebut benar-benar berjalan sesuai dengan rencana.
Kegiatan Rijalul Ansor tersebut (09 Nopember 2013) dihadiri oleh lebih dari dua ribu orang, mengingat kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Habib Ali Zainal Abidin dari Pekalongan, sehingga antusiasme masyarakat dan secher mania luar biasa.
Pada kegiatan tersebut panitia tidak tanggung-tanggung, yang biasanya kegiatan di dukuh-dukuh lain menggunakan tratak panggung dan sound system local, tapi kali ini panitia menggunakan luar kota yang cukup luar biasa sehingga suara sound sangat enak, panggung sangat megah.
Sementara pagi harinya (10 Nopember 2013) MWC NU. Muslimat NU dan Asor NU akan mengadakan kegiatan Pelantikan bersama yang dikemas dengan Sunatan Masal, Jalan Santai Pelajar NU, dan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor, sehingga Pengurus/Panitia pelantikan tersebut sangat sibuk, akan tetapi tetap menghadiri acara Rijalul Ansor di Dukuh Donowodo Desa Candigugur Kec. Bawang.

Habib Ali Zainal Abidin



Secher Mania
DIKLAT SAR BANSER,
Ansor Bawang semakin maju dan semakin Rahmatan Lil 'Alamiin. Amiin
 

Kamis, 07 November 2013

PENGURUS PAC GP ANSOR BAWANG 2013-2017

PEMBINA :
1. Ahmad Munir, S.Ag, S.Pd
2. Ahmad Fadholi, S.Pd, S.Pd.I
3. Masykur, S.Ag
KETUA :
1. Aminudin Norsyam, S.Pd
2. Abdul Haris
3. Afifudin Ikhsan
SEKRETARIS :
1. Sami Edi, S. Pd.I
2. Musofik, S.Pd
3. Khumaedulloh, S.Pd.I
BENDAHARA :
1. Turmudi
2. Sugiyanto

A. PENDIDIKAN DAN KADERISASI :
1. Didik Winarno, S.Pd., MM (Kord)
2. Edy Mustofa, SE
3. Ahmad Khoirul Afidin, S.Pd.I
4. Aris Wahidin, S.Pd.I
5. Arif Hidayatulloh
B. PEMBERDAYAAN EKONOMI :
1. Aminudin Gafa, S.Pd.I (Kord)
2. Nikmarofik
3. Tutor Sofan
4. Sohibin
C. OLAHRAGA :
1. Taufiq (Kord)
2. Ali Sodikin
3. Tabi'in
4. Supriyadi
D. SENI DAN BUDAYA :
1. Asep Awaludin
2. Mujiono
3. M. Kholid
4. M. Munir, S.Pd.I
E. AGAMA DAN IDIOLOGI :
1. Masrukhin (Kord)
2. Agus Salim, S.Sos.I
3. Neman Rosadi
4. Aminudin Jts

RIJALUL ANSOR :
KETUA :
Abdul Haris
SEKRETARIS :
M. Hidayatulloh
BENDAHARA :
Sugiyanto
ANGGOTA :
1. Lutfi
2. Badrudin
3. Mualim
4. Irham
5. Muntaha
6. Mahfud

Semoga Ansor tambah jaya... Amin...!!!

Minggu, 20 Oktober 2013

Video Lagu Indonesia Raya, Mars Ansor dan Subanul Wathon di Kebaturan

Rijalul Ansor dan Khoul KH Anwar Arif Kebaturan

RIJALUL ANSOR KEBATURAN BERSAMAAN DENGAN KHOUL SIMBAH KH. ANWAR ARIF

Setiap Bulan Dzul Hijjah Desa Kebaturan selalu mengadakan Khoul KH. Anwar. Beliau adalah seorang ulama' besar yang sangat disegani oleh masyarakat Kebaturan khususnya dan masyarakat Bawang pada umumnya. dengan adanya kegiatan rutin tahunan tersebut, maka akhirnyadigabung dengan kegiatan Khoul Masal Desa Kebaturan. 
Kegiatan Khoul Simbah KH. Anwar Arif dan Khoul masal Desa Kebaturan Ahad, 20 Oktober 2013 ini menghadirkan pembicara sekaligus sebagai vokalis simtudduror dari Pekalongan (KH. Zamrudin), karena acara tersebut dikemas dengan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor PAC Bawang. Akan tetapi berhubung kegiatan tersebut diadakan siang hari, maka peserta (secher mania) tidak bisa hadir secara maksimal dan semeriah kegiatan malam hari begitulah sambutan dari ketua Rijalul Ansor PAC Bawang.
Dalam acara tersebut turut hadir pula para Kyai2 diantaranya KH. Mubaidah Sulaiman, KH. Hamdan Sulaiman, KH. Nur Hadi Sulaiman, KH. Tahrir, dan  banyak Kyai-kyai yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu karena terlalu banyak Kyai-kyai hadir saat itu. juga tidak ketinggalan ketua MWC NU Bawang beserta jajarannya turut hadir.






Sabtu, 05 Oktober 2013

NABI MUSA AS DAN LELAKI PENDOSA BERTAUBAT



D
alam sebuah riwayat dijelaskan, bahwa pada zaman Nabi Musa as, kamum bani Israil pernah ditimpa musim kemaraau panjang, lalu mereka berkumpul menemui Nabi Musa as dan berkata: “Wahai Kalamullah, tolonglah doakan kami kepada Tuhanmu supaya Dia berkenan menurunkan hujan untuk kami!”
Kemudian berdirilah Nabi Musa as bersama kamunya dan mereka bersama-sama berangkat menuju ke tanah lapan. Dalam suatu pendapat dikatakan bahwa jumlah mereka pada waktu itu lebih kurang tujuh puluh ribu orang.
Setelah mereka sampai ke tempat yang dituju, maka Nabi Musa as mulai berdoa. Diantara doanya itu ialah : “Tuhanku, siramlah kami dengan air hujan-Mu, taburkanlah kepada kamirahmat-Mu dan kasihanilah kami terutama bagi anak-anak kecil yang masih menyusu, hewan ternak yang memerlukan rumput dan orang-orang tua yang sudah bongkok. Sebagaimana yang kami saksikan pada saat ini, langit sangat cerah dan matahari semakin panas.”
Nabi Musa as melanjutkan doanya: “Tuhanku, jika seandainya Engkau tidak lagi menganggap kedudukanku sebagai Nabi-Mu, maka aku mengharapkan keberkatan Nabi yang ummi yaitu Muhammad saw yang akan Engkau utus untuk Nabi akhir zaman.”
Kepada Nabi Musa as Allah menurunkan wahyu-Nya yang isinya: “Aku tidak pernah merendahkan kedudukanmu disisi-Ku, sesungguhnya disisi-Ku kamu mempuyai kedudukan yang tinggi. Akan tetapi bersama denganmu ini ada orang yang secara terang-terangan melakukan perbuatan maksiat selama empat puluh tahun. Engkau boleh memanggilnya supaya ia keluar dari kumpulan orang-orang yang hadir di tempat ini! Orang itulah sebagai penyebab terhalangnya hujan untuk kamu semuanya.”
Nabi Musa as kembali berkata: “Wahai Tuhanku, aku adalah hamba-Mu yang lemah, suaraku juga lemah, apakah mungkin suaraku ini akan dapat didengarnya, sedangkan jumlah mereka lebih dari tujuh puluh ribu orang?” Allah berfirman: “Wahai Musa, kamulah yang memanggil dan Aku-lah yang akan menyampaikannya kepada mereka!.”
Menuruti apa yang diperintahkan Allah, maka Nabi Musa as segera berdiri dan berseru kepada kaumnya: “Wahai seorang hamba yang durhaka yang secara terang-terangan melakukannya bahkan lamanya sebanyak empat puluh tahun, keluarlah kamu dari rombongan kami ini, karena kamulah, hujan tidak diturunkan oleh Allah kepada kami semuanya!”
Mendengar seruan Nabi Musa as itu, maka orang yang durhaka itu berdiri sambil melihat kekanan kekiri. Akan tetapi tidak melihat seorangpun yang keluardari rombongan itu. Demikian tahulah bahwa dia yang dimaksudkan oleh Nabi Musa as itu adalah dirinya sendiri. Di dalam hatinya berkata: “Jika aku keluar dari rombongan ini, niscaya akan terbukalah segala kejahatan yang telah aku lakukan selama ini terhadap kaum bani Israil, aka tetapi bila aku tetap bertahan untuk tetap duduk bersama mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan oleh Allah SWT.”
Setelah berkata demikian dalam hatinya, lelaki itu lalu menyembunyikan kepalanya dibalik bajunya dan menyesali segala perbuatan yang telah dilakukannya sambil berdoa:
Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah durhaka kepada-Mu selama lebih empat puluh tahun walaupun demikian Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku dan sekarang aku dating kepada-Mu dengan ketaatan maka terimalah taubatku ini.”
Beberapa saat selepas itu, kelihatnalah awan yang bergumpal di langit, seiring dengan itu hujanpun turun dengan lebatnya bagaikan ditumpahkan dari atas langit. Melihat keadaan demikian maka Nabi Mus as berkata: “Tuhanku, mengapa Engkau memberikan hujan kepada kami, bukankah diantara kami tidak ada seorangpun yang keluar serta mengakui akan dosa yang dilakukannya?”
Allah berfirman: “Wahai Musa, Aku menurunkan hujan ini juga disebabkan oleh orang yang dahulunya sebagai sebab Aku tidak menurunkan hujan kepada kamu.”
Nabi Musa berkata: “Tuhanku, lihatlah kepadaku siapa sebenarnya hamba-Mu yang taat itu?”
Allah berfirman: “Wahai Musa, dulu ketika dia durhaka kepada-Ku, Aku tidak pernah membuka aibnya. Apakah sekiarang Aku akan membuka aibnya itu ketika dia telah taat kepada-Ku? Wahai Musa, sesungguhnya Aku sangat benci kepada orang yang suka mengadu. Apakah sekarang Aku harus mengadu?”
Begitu luas rahmat Allah SWT yang dicurahkan kepada hamba-hamba-Nya, meskipun dosanya sebanyak buih di lautan, sepenuh bumi langit, apabila mau insyaf (taubat nasuha), maka pintu taubat akan senantiasa terbuka selama nafas belum sampai kerongkongan.
Dengan demikian janganlah heran jika doa-doa kita selama ini tidak dikabulkan oleh Allah SWT, siapa tahu diantara kita ada orang-orang yang durhaka hanya saja kita tidak tahu, atau jangan-jangan kita sendiri yang durhaka kepada Allah akan tetapi tidak kita sadari. Untuk itu marilah kita segera mungkin untuk bertaubat kepada Allah, istighfar setiap waktu dan berusaha untuk banyak-banyak beramal sholeh. Semoga Allah selalu meridhoi setiap gerak dan langkah kita. Amiin ya Rabbal 'Alamiin.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More